PostHeaderIcon Pertanyaan dari Kuliah Pengolahan Informasi dan Persepsi Konsumen

Comsumer Behavior Class (Kelas Perilaku Konsumen)

Tuesday Afternoon

Departement of Family and Consumer Sciences – Colleges of Human Ecology – Bogor Agricultural University

 

Lecturer : Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSc
Session 3 www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id

Pertanyaan dari Kuliah Pengolahan Informasi dan Persepsi Konsumen

Oleh Dinna Amalia Rahmah / I34100108
mayor SKPM (Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat)
College of Human Ecology

Pertanyaan : Mengapa para konsumen lebih suka memasang iklan produk mereka di televisi dibandingkan billboard?

Jawaban : Hal ini dikarenakan banyak penduduk Indonesia yang sudah memiliki televisi jadi akan banyak orang yang menonton iklan tersebut. Iklan tersebut juga menjangkau seluruh wilayah Indonesia yang mendapat sinyal dari statsiun televisi tersebut, dibandingkan dengan billboard yang hanya berada di satu tempat. Jika pemasangan billboard dipasang dibeberapa tempat tentunya akan menambah biaya lagi. iklan di televisi dapat dibuat dengan berbagai macam model animasi sedangkan billboar hanya berupa satu buah gambar saja. Iklan di televisi dapat ditayangkan secara berkali-kali sedangkan billboard hanya sekali saja meskipun untuk waktu yang cukup lama. Jadi dengan berbagai alasan yang telah disebutkan, para produsen lebih senang memasang iklan produk mereka di televisi dibandingkan dengan billboard.

PostHeaderIcon Kepribadian dan Gaya Hidup

 

Comsumer Behavior Class (Kelas Perilaku Konsumen) Tuesday Afternoon

Departement of Family and Consumer Sciences – Colleges of Human Ecology – Bogor Agricultural University

 

Lecturer : Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSc

Session 2 www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id

 

Kepribadian dan Gaya Hidup

Oleh Dinna Amalia Rahmah

Mayor SKPM (Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat)

College of Human Ecology

 

 

Kelompok 97 – 100

Novindra Hidayat       I34080121       p3nyotz_inncnt@yahoo.com

Citra Dewi                  I34100045       citradewi.citra@gmail.com

Sekar Anjani               I34100060       sekaranjani_KPMIPB47@yahoo.com

Bebby Olivianti           I34100069       bebby.olivianti@yahoo.com

Karina Mako O.          I34100101       karinamako.mako@gmail.com

Dinna Amalia R.         I34100108       dinna.rahmah@yahoo.co.id

 

5 Karakter Positif Kami          :

  1. Ramah
  2. Mudah Beradaptasi
  3. Ceria
  4. Suka Menolong
  5. Sopan

 

5 Karakter Negatif Kami        :

  1. Malas
  2. Cerewet
  3. Egois
  4. Mudah emosi
  5. Sok tahu

 

Gaya Hidup dari Masyarkat kita Sekarang

Masyarakat kita sekarang sudah sangat konsumtif, terlebih lagi yang tinggal di daerah perkotaan. Hal ini bisa ditunjukkan dari pusat-pusat perbelanjaan yang tidak pernah sepi dari pengunjung. Begitupun dengan restoran-restoran fast food yang sudah menjamur dimana-mana. Pusat penjualan barang-barang elektronikpun setiap hari ramai pembeli. Gaya hidup seperti ini bisa digolongkan dalam paham hedonisme dan matrealistik. Hedonisme sendiri adalah suatu paham yang menganggap bahwa sesuatu dianggap baik jika sesuai dengan kesenangan yang didapatkannya. Menurutnya, mereka telah mencapai kesenangan apabila mereka sudah bisa diterima dengan baik dengan kelompoknya. Terlebih lagi apabila mereka sudah bisa masuk dalam golongan elit (social climbing).

Oleh karena kesenangan yang mereka capai adalah hal tersebut, mereka rela mengorbankan uangnya dengan membeli baju dengan tren terbaru dan juga bermerk, gadget teranyar dan canggih, serta bisa ‘nongkrong’ di cafe-cafe dengan kelompok mereka. Hal-hal yang dibicarakan mereka bila sudah bertemu tidak jauh-jauh dari materi, baju tren terbaru, atau menggosip tentang kelompok lain yang tingkatnya lebih tinggi atau lebih rendah dari kelompok mereka. Gaya hidup seperti ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : budaya, nilai, demografik, kelas sosial, kelompok rujukan atau kelompok acuan, keluarga, kepribadian, motivasi dan emosi. Kelompok acuan mereka kebanyakan dari kalangan elit dan para artis.

Tren yang sempat booming pada tingkat pertama kuliah adalah 3B, bukan singkatan dari Brain, Beauty, and Behavior melainkan behel (kawat gigi), BB (Black Berry), dan belah tengah (rambut panjang belah tengah dengan sedikit dibuat ikal pada ujung rambut). Namun baru-baru ini tren terbaru dalam dunia fashion adalah baju ala Syahrini, yaitu baju dengan model daster kelelawar dengan bahan kain yang bermacam-macam dengan hiasan payet, manik-manik, ataupun batu alam. Banyak Syahrini-Syahrini yang ‘bertebaran’ sewaktu lebaran kemarin, kebanyakan konsumennya adalah ibu-ibu. Untuk kalangan remaja putri sendiri tren yang sedang hangat-hangatnya adalah tren berjilbab dan berbusana ala Hana Tajima. Banyak mahasiswi IPB yang mengikuti tren berjilbab tersebut. Selama tren tersebut dalam batasan wajar dan sesuai dengan norma-norma yang ada menurut kami tidak masalah. Kunci utama dalam membentuk gaya hidup sehat seseorang adalah dengan kemampuan menghargai orang lain dan diri sendiri, menjadi konsumen yang cerdas, dan punya prinsip teguh agar tidak mudah terbawa arus.

PostHeaderIcon Manfaat Mempelajari Ilmu Konsumen



Comsumer Behavior Class (Kelas Perilaku Konsumen) Tuesday Afternoon

Departement of Family and Consumer Sciences – Colleges of Human Ecology – Bogor Agricultural University

 

Lecturer : Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSc

Session 1 www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id

 

Manfaat Mempelajari Perilaku Konsumen

Oleh Dinna Amalia Rahmah

Mayor SKPM (Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat) College of Human Ecology

 

Dari pertemuan kedua mata kuliah Perilaku Konsumen yang membahas tentang Motivasi dan Kebutuhan,  ada beberapa hal yang saya dapatkan. Motivasi muncul karena adanya kebutuhan yang dirasakan oleh konsumen. Sedangkan kebutuhan mincul karena konsumen merasakan ketidaknyamanan antara yang seharusnya dirasakan dan sesungguhnya dirasakan.

Kebutuhan dalam diri manusia terbagi menjadi empat yaitu :

  1. Kebutuhan Biogenik                 : Kebutuhan yang datang dari dalam diri seseorang misalnya kebutuhan akan makan dan minum.
  2. Kebutuhan Psikogenik  : Kebutuhan yang muncul seebagai reaksi konsumen terhadap lingkungan dan budayanya. Misalnya anggapan bahwa nasi adalah makanan pokok yang menjadi budaya orang Indonesia.
  3. Kebutuhan Utilitarian                : Kebutuhan yang mendorong konsumen untuk membeli karena manfaat dari produk tersebut misalnya saja handphone yang memberi banyak kemudahan berkomunikasi.
  4. Kebutuhan Hedonik                  : Kebutuhan yang bersifat psikologis seperti rasa puas, gengsi, serta emosi. Misalnya rasa bangga saat memakai barang dengan merk tertentu yang mahal.

Selain itu, kebutuhan juga mempunyai spesifikasi yang terbagi menjadi empat yaitu kebutuhan akan pengakuan, kebutuhan akan kekuasaan, kebutuhan akan hubungan dan kebutuhan akan keunikan. Teori kebutuhan yang selama ini digunakan adalah Teori Maslow. Teori Maslow terbagi atas lima tingkatan dengan urutan dari yang terbawah adalah kebutuhan fisiologis, keselamatan, kasih sayang,

Penghargaan, dan urutan teratas adalah aktualisasi diri.

PostHeaderIcon Laskar 30 MPKMB 47, My Increadible part II

MPKMB Hari Kedua

Hari ini juga bangun jam 3.45 ckck. Siap”, sempet foto juga tapi buram hasilnya >,< hehe. Seperti biasa pas sampe lapangan langsung diomelin kak Luna, heran deh padahal dia lebih muda, 30 Desember ’92 dibanding gue yang 26 Agustus ’92, harusnya dia yg panggil gue Kak Dinna hehe :p

Liat presma ngomong didepan jadi pengen deh ikut BEM, semoga aja bisa, amiiiiiiiiiiin J. Dan pengen juga masuk Sosial Politik kayak kak Luna (ish kok gue jadi ngefans gini yak? -___- haduuuuh). Pas lagi mobilisasi ke ALHUR, paha kanan gue kram dan alhasil gabisa ikut Aksi Mahasiswa hehe tapi gapapalah, ga capek juga :p terus gabung lagi jam 3an. Tapi Cuma diri di depan gym sambil liat Komdis marah” (yah kerjaannya komdis emang cuma marah” kan hehe).

Si komdis itutuh, sok” akting marah, berantem sama PJL lah, sampe ngambek gitu, ngelepas tanda keKOMDISannya mereka, nah anak angkatan 47 pada seneng dah haha. Eseses ternyata ga bisa seneng dulu, pas Komdis ngambek, giliran PJL yang disalahin -___- beneran dah akting PANITIA tuh Klasik abis, tapi tetep aje bikin suasana riuh haha SALUUUUUUT!!!!

Nah pas si Komdis pada balik, kita disuruh ngadep belakang. Setelah hitungan ke sepuuh, lo tau ga apa lagu yang ada di speaker? Lagi JUSTIN BIEBER, BABY, YA AMPUUUUUUUUUUUUN, ga nyambung abis haha tapi kocaklahyaaa J terus Komdisnya pada minta maap gitu, malah si kak Fahri diangkat sama anak laskar 30 haha. Si kak Fahri sama Kak Luna (ga pake maya) disiram sama air akua yang sisaan, kasiaaaaan makanya kak jangan galak jadi orang :p hehe. Gue kan nolongin kak Fahri ya megangin tas sama almamater, sama tanda Komdis punya dia. Eeeeeeh tiba” gue dipeluk kak Luna dari belakang ckck kaget, takut, dan seneng semuanya nyampur dah
(tapi banyakan senengnya) hahaha. Jadinyaaaa ya basah semua deh baju gue L terus abis itu sesi poto”, aih pada banci kamera semua ternyata haha.

Setelah baris lagi dan pulang ke asrama, ternyata yang cewek ga langsung pulang, ngumpul dululah buat ngerumpi ahahha :p maklum aje namanya juga cewek! Seneng banget ketawa” bareng kak Nopi, kak Nahdi, kak Luna, sama kak Yunan. Ah sayang kak Fahri gaikut :p hehe kak fahmi sama kak ibnu juga kok. Terus poto” lagi, yeaaaaay ada juga foto sendiri” bareng kk PJL sama kak Komdis 😀

Tulisan ini dipersembahkan buat teman” laskar 30 yang top markotop haha 😛 , Kak Nahdi, Kak Nopi, Kak Yunan, Kak Luna, Kak Fahri, Kak Fahmi dan Kak Ibnu, makasih karena klian semua udah bikin mpkmb ini sesuatu yang tak terlupakan, love youuuuuuuuuuuuuu!!!

Bogor, 25 November 2010

Dinna Amalia Rahmah J

PostHeaderIcon Laskar 30 MPKMB 47, My Increadible part I

MPKMB Hari Pertama

Gilaaaaa, gue bangun jam 3.45 dan baru gue yang bangun, yaudah bangunin yang lain hehe. Mandi cepet” krn takut kehabisan air (lantai 5), makan, sholat, siap” buat ospek dah. Bareng sama Indriyani (513) ke lapangan. Eh eh baru sampe udah diomelin sama kak Luna ckck. Rasanya ada aja gitu yang dicari kesalahannya -_____-

Dari lapangan astri langsung dimobilisasi sampe ke GWW, yaaa itung” olahraga pagi :p di GWW langsung materi dan lain”. Pas rektor IPN nyanyi, sumpah gue langsung bilang, rektor IPB emang GAUL abis dah hahahahha >.< abis itu nagis”an inget Mama, Ayah sama Allah :’) terus sholat di ALHUR, kak Luna tereak lagi (demen banget ya tereak?) “CEPAT DEK CEPAAAT!”, “JANGAN EGOIS DONG KALIAN!”, “SAYA KECEWA SAMA LASKAR 30!”, senyum ajadeeeeeeeh J J J

Satu materi yang gue inget terus, pas ketemu sama kak Ahmad Fuadi yang ngarang buku “Negeri Lima Menara” ish bahagiaaaaa banget dah haha, kalo mas Danang mah seneng jugash tapi biasa aje :p hehe.

Nah tiba-tiba,  semua pintu ditutup, komdis yang cowo masuk lewat tengah sambil tereak”. “SEMUA PJL KELUAR!”, “DIAM SEMUANYA!”, “GA ADA YANG NGOBROL”, “FOKUS DEK FOKUS!”. Ckck pada kagak cape ape tereak” begitu, apalagi kak Fahri, kenceeeeeeng bener (ngomong” kak Fahri itu orangnya lumayan ganteng loh hehe :p). Eh si kak Luna, juga tereak, “EGOIS YA KALIAN SEMUA!”, “KAMI KECEWA SAMA KALIAN!”, “JANGAN BENGONG DEK, FOKUS FOKUS!!!!”. Ih gue mah Cuma bisa diem aje, pdhl pgn senyum gara” udah tau KOMDIS 30 asik orangnya (di SC ngeliat mereka ketawa”,  -___-)

Oya, pas sampe dikamar dapet sms kalo gue diterima di Century Partner, alhamdulillah ya Allah :D. Yaaa Cuma itu ajasih yang penting dihari pertama, kita liat besok yak haha 😀 😀 ,lupa foto” gara-gara udah harus ke lapangan hiks ;’(

Bogor, 25 November 2010

Dinna Amalia Rahmah J

PostHeaderIcon Cerita Inspirasi Tentang Orang Lain

Dinna Amalia Rahmah

I34100108

Laskar 30

Cerita Inspirasi Orang Lain

Saya mempunyai seorang bibi yang bernama Siti Hanina, atau biasa di panggil bi Nina. Beliau pernah menceritakan kepada saya bagaimana kerasnya kehidupan saat beliau masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Cerita ini bermulai di tahun 1980, Nina muda bersekolah di salah satu SMA faforit di Jakarta. Pada saat itu, memang Islam belum terlalu populer di Indonesia, bahkan ada beberapa sekolah yang jelas-jelas melarang para muridnya memakai jilbab, tentunya hal ini sangat disayangkan. Nina tumbuh dalam keluarga yang sederhana dan harmonis. Keluarganya sangat teguh memeluk agama mereka, agama Islam. Nina muda juga demikian, dia sangat teguh memegang keislamannya.

Nina juga sudah memakai jilbab kala itu, meskipun ada beberapa orang yang menentangnya. Bahkan dia pun kekeuh memakai jilbabnya tersebut saat pergi ke sekolah. Hal ini dai lalukan bersama beberapa orang teman dekatnya yang juga kekeuh memakai jilabab ke sekolah. Tindakannya yang cukup berani akhirnya mengundang kontroversi. Banyak yang protes, banyak yang ingin mengikuti tetapi belum berani bahkan ada yang biasa-biasa saja.

Akhirnya setelah beberapa hari, mulai banyak temannya yang memakai jilbab juga. Bagi yang belum terlalu berani memakai ke sekolah, hanya memakai jilbabnya itu dari rumah sampai ke gerbang sekolah, dibuka ketika memasuki sekolah, dan dipakai kembali ketika pulang dari sekolah. Memang ini belum sepenuhnya memenuhi syariat Islam, dimana Isalm mewajibkan kepada wanita untuk selalu memakai pakaian yang menutup aurat sepanjang waktu. Tetapi hal ini mungkin dapat dimaklumi pada saat itu, karena agama Islam belum sepenuhnya dapat diterima oleh masyarakat Indonesia.

Melihat hal yang terjadi disekolah, ternyata banyak juga akhirnya guru-guru perempuan yang memakai jilbab. Semua kejadian tersebut akhirnya sampai ke teliga kepala sekolah. Akhirnya hal ini menjadi kontroversi yang cukup serius hingga harus dibawa ke dalam rapat guru. Sebenarnya kepala sekolah kurang setuju dengan kepeutusan guru-guru perempuan, Nina, dan teman-teman Ninan untuk memakai jilbab. Hal ini terlihat saat kepala sekolah mengajukan usul untuk mengeluarkan siapa-siapa saja murid sekolah tersebut yang memakai jilbab untuk dikeluarkan. Usul tersebut sungguh mengejutlkan para guru, apalagi guru-guru perempuan yang memakai jilbab.

Guru-guru tersebut mengajukan keberatan atas usul kepala sekolah. Dan juga guru-guru tersebut mengancam akan mengeluarkan diri jika ada murid perempuan disekolah tersebut yang dikeluarkan gara-gara memakai jilbab. Kepala sekolah hanya bisa terdiam mendengar ancaman guru-guru itu. Akhirnya beliau berfikir, dan setelah sekian lama akhirnya beliau membuat keputusan untuk membolehkan murid-murid dan guru-guru perempuan untuk memakai jilbab. Karena tak ada jalan lain lagi dan beliau juga terdesak dengan ancaman para guru tersebut.

Keputusan tersebut tentu disambut baik oleh para guru, Nina beserta teman-temannya. Akhirnya merek bisa juga memakai jilbab kesekolah tanpa takut kena hukuman atau sebagainya. Dan tak lama setelah keputusan itu diumumkan, banyak murid perempuan yang memakai jilbab, alhamdulillah.

Catatan : cerita ini adalah kisah nyata (non-fiksi) yang telah digabung oleh imajinasi (fiksi) saya sendiri, hal ini dikarenakan cerita tersebut hanya diceritakan sepotong-sepotong oleh ibu Siti Hanina dikarenakan beliau sangat sibuk. Tetapi cerita tersebut sangat menginspirasi saya. Alhamdulillah dimasa kini, masyarakat dengan leluasa diperbolehkan untuk memakai jilbab. Kita memang seharusnya memakai jilbab tersebut karena memang diwajibkan oleh agma kita, agama Islam. Dan InsyaAllah kita bisa mencintai jilbab kita dengan membaca cerita ini, amin 😀

PostHeaderIcon Cerita Inspirasi Tentang Diriku

Mempersembahkan, sebuah cerita inspirasi dalam diriku yang selalu memotivasi diriku. Jengjengjeeeeeeng…

Dinna Amalia Rahmah

I34100108

Laskar 30

Cerita Inspirasi

Suatu hari, di sebuah SMA di Jakarta, ada seorang murid bernama Amalia. Dia berasal dari keluarga yang kurang mampu, tetapi dia bisa dikatakan pintar dalam hal akademis maupun non-akademis. Dia sekarang sudah berada di kelas 3 dan akan segera melanjutkan kuliah. Tetapi ada 1 hal yang membuatnya bingung. Dia adalah seorang anak tunggal, jadi orangtuanya hanya membolehkan dia untuk kuliah di Jakarta dan sekitarnya. Akhirnya, setelelah beberapa hari, dia memutuskan untuk kuliah di Institut Pertanian Bogor. Dia memilih IPB karena dia merasa cocok dengan lingkungan kampus IPB yang asri dan ada saudaranya yang tinggal di daerah Bogor.

Beberapa hari setelah dia memutuskan untuk kuliah di IPB. Datanglah sebuah amplop dari IPB, yaitu surat Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI) yang tanpa tes. Segera saja dia datang ke ruang konseling untuk meminta formulirnya. Dia sangat bersemangat, bahkan dia datang yang paling pertama daripada teman-temannya. Setelah meminta persetujuan orangtuanya, akhirnya formulia itu selesai diisi. Tapi tiba-tiba muncul masalah lain, darimana uang untuk mendaftar USMI dia dapatkan? Setelah berfikir, akhirnya dia menggunakan uang tabungannya, uang tersebut dia dapatkan dari hasil penjualan bisnis MLM. Alhamdulillah, uang yang dia hasilnya cukup banyak padahal modal awal yang dia gunakan hanyalah uang arisan yang dia ikuti sebesar Rp 240.000,00.

Didalam formulis itu, pilihan jurusan pertamanya adalah Statistika dan pilihan keduanya adalah Komunikasi dan pengembangan Masyarakat (pilihan ibunya, karena beliau pikir anaknya cukup cerewet untuk masuk bidang komunikasi). Tetapi sebenarnya dalam hati Amalia, dia sangat ingin diterima di jurusan Statistika, karena jurusan itu lumayan menjanjikan untuk pekerjaan di masa depan (terpengaruh oleh pemikiran kakak kelasnya). Akhirnya dengan segenap doa dan harapan dikirmlah ormulia itu beserta dengan formulir 6 orang teman lainnya.

Setelah kurang-lebih selama 2 bulan dia harap-harap cemas. Datanglah surat keputusan dari IPB. Dia beserta 4 orang temannya yang lain dipanggil ke ruang konseling. Dia terus berdoa dalam hatinya, berharap surat itu adalah kabar bahwa dia diterima di IPB. Tapi kenyataan berkata lain, dia bersama 4 temannya tersebut tidak diterima, yang diterima hanyalah 2 orang temannya yang tidak dipanggil ke ruang konseling. Ketika itu juga dia hanya bisa tertunduk lesu dan langsung berlari ke kamar mandi, dia menangis disana. Setelah emosinya agak reda, dia kembali ke kelas. Teman-teman sekelas yang melihatnnya sedih hanya bisa menghiburnya saja. Dia memang sangat sedih, tetapi dia bertekad akan terus mencoba masuk ke IPB lewat jalur lain. Dia bertekad dalam hati, akan membuktikan bahwa IPB akan menyesal telah menolak dia.

Berselah sekitar 1 bulan dari pengumuman hasil USMI. Dia mendapat kabar bahwa ada ujian dari IPB, yaitu Ujian Talenta Mandiri IPB (UTM). Akhirnya dia ikut mendaftar dengan jurusan yang sama seperti di USMI, meskipun ujian tersebut tergolong agak mahal, yaitu RP 400.000,00. Dengan uang hasil bisnisnya, dia patungan dengan orangtuanya untuk membayar formulir ujian tersebut. Dia belajar siang dan malam, bahkan sampai membuat catatan kceil agar lebih mudah untuk dipelajari kembali. Akhirnya ujian itupun tiba, ujian itu bertempat di Kampus IPB Darmaga selama 2 hari, sabtu dan minggu. Amalia bersama dengan seorang temannya, Dhani yang sangat ingin masuk jurusan Kedokteran Hewan, berangkat subuh-subuh ke bogor dengan menggunakan kereta yang pertama. Dengan mata yang masih terkantuk-kantuk, mereka berdua berusaha belajar kembali di kereta. Mereka sampai di IPB sekitar pukul 7 pagi, tepat 1 jam sebelum ujian dimulai.

Ternyata mereka berbeda ruangan, Amalia mendapat ruangan di Auditorium FPIK. Disana, dia bertemu dengan teman sekolahnya, Indira. Setelah mengulang kembali pelajaran, dia memanjatkan doa, membaca Al-matsurat dengan khusyuk. Lalu dimulailah ujian tersebut. Hari pertama, ujiannya adalah tes kewirausahaan. Alhamdulillah dia dapat mengisi semua pertanyaan tersebut. Pada saat pulang, ternyata Indira membawa mobil, akhirnya Amalia dan Dhani ikut naik mobil Indira. Pada hari keduapun, Amalia dan Dhani pergi naik kereta pukul 5 pagi dan sampai sekitar pukul 7 pagi. Tes hari kedua adalah Tes Matematika, Bahasa Inggris dan Ilmu pengetahuan Alam. Meskipun agak kesulitan tapi Amalia sudah berusaha sebaik-baiknya. Akirnya dia pulang dengan Dhani dengan naik kereta.

Pada tanggal 24 Mei 2010, Amalia mendapat sms dari temannya bahwa pengumumn UTM sudah keluar, dimajukan 1 minggu dari jadwal awalnya. Segeralah dia pergi kerumah saudaranya yang penya koneksi Internet, Rani, disana dia langsung mengecek website IPB. Dengan tangan bergetar, dia memasukkan nomor ujiannya, dan dengan mengucap bismillah dia meng-klik hasilnya. Alhamdulillah, dia diterima di IPB jurusan Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, di kampus yang selama ini dia idam-idamkan. Amalia sangat terharu bahkan dia sampai memeluk Rani dan menangis disana. Tapi tak lama kemduaian, dia langsung oulang kerumah, untuk mengabarkan kabar gembira ini kepada kedua orangtuanya. Ternyata mereka sangat bangga, mengangis dan memeluk Amalia saat mendengar kabar itu. Tetapi dibalik semua kesenangannya, dia mendapat kabar buruk. Dari 11 orang siswa yang mendaftar UTM yang berasal dari sekolahnya, hanya dia yang diterima, hal ini berarti Dhani, teman seperjuangannya tidak diterima. Ah, dia sangat sedih memikirkan hal itu. Tetapi bagaimanapun juga, dia sadar semua orang punya jalan hidup masing-masing.  Sungguh hari yang tak akan terlupakan bagi Amalia. Hari dimana dia diterima di IPB, kampus idamannya, sangat puas rasnya melihat semua pengorbanan yang telah dia lakukan.

PostHeaderIcon My Beloved Roommate

Ulangtahun ke 18 harusnya menjadi berarti kan?

Tapiiiiiiii, baru kali ini, tepatnya tanggal 26 Agustus 2010, aku ngerayain itu semua jauh dari orang yang aku sayana, harus tinggal di asrama TPB (karena ga mungkin pulang).

Jauh dari orangtua, sahabat, pacar aihhh sedih banget rasanya :'(

Dari malam aku udah nagis mulu kerjaannya, ckck. tapi emang itu yang aku rasain. Pas lagi sahur,

teman sekamar tanya “Din, kok nangis mulu dari semalem?”

yaa aku jawab aja “kangen rumah, baru kali ini ngerayain ultah tapi bukan dirumah.”

lalu dia bilang lagi “oiyaaaa lagi ultah ya hehe. selamat deh.”

ya ampun, dia lupaaa! malah yang 1 lagi ingetnya ultahku tgl 28 -___- tambah bikin sedih aje . (sekamar lagi ber3, yang 1 lagi pindah ke lantai 3 krn sakit)

Nah yg di lantai 3, ketemu pas beli sahur, dia ngucapin sih hehe. tapi dia blg, dia tadinya mau tlp tape ketiduran, dasar kebooo :p itu si I.

yaudadeh, sepanjang hari itu terus nagis mulu kerjaannya. setiap ada yg ngucapin pasti nangis, setiap inget rumah psti nangis. haduuuuuh.

terus pas sore menjelang buka puasa, anak” pada minta traktir (gatau ape orang lg sedih? bokek pula, namanya ja anak asrama) tapi akhirnya cuma beli martabak keju sama telur. yaaa buat anak sekamar ajalah. nah pas udah mau maghrib.

tiba” si F bilang, “eh itunya dikeluarin dong?”

si D ngejawab, “oke”

eeeeeeeeehhh, ternyata yg mereka keluarin itu yaa KUE ULANG TAHUN, ya Allah aku shock bangeeeetsss ;D ternyata mereka masih peduli sama aku hehe. tadinya sih mau nangis, tapi airmatanya udah kering duluan hehe. jadinya cuma bisa senyum” ajadeh (mesemmesem) hehe.

meskipun cuma sebuah kejutan kecil api berarti banget buat aku, makasih yaa anak 507, My Beloved Roommate, love youuuuuuu!

dipersembahkan untuk :

Fikri Mukhlisina Latief, Deviana Novitasari, Istiqomah Nurfitri :* :* :*

PostHeaderIcon Gempa 5 SR Setara Bom Atom Nagasaki

Jangan remehkan gempa kecil. Gempa 3,4 SR di China memicu dua longsor, 7 tewas seketika.

VIVAnews – Jangan remehkan gempa kecil, itu mungkin pelajaran yang bisa kita petik dari gempa 5 skala Richter di Yogyakarta 21 Agustus 2010.

Akibat gempa yang kekuatannya tak seberapa, sejumlah bangunan rusak, termasuk bagian Keraton Yogyakarta. Tujuh orang dilaporkan luka-luka, tiga di antaranya menderita patah tulang.

Sejarah juga mencatat gempa kecil yang mengakibatkan kerusakan bahkan korban tewas.

Gempa dengan kekuatan 3,4 skala Richter , yang bahkan tak terekam dalam situs US Geological Survey (USGS), terjadi pada Minggu 17 Januari 2010 sore, berpusat di Provinsi Guizhou, 100 kilometer barat daya ibu kota Guiyang.

Gempa itu memicu dua longsor di lokasi berbeda. Saat itu setidaknya menewaskan  tujuh orang karena tertimpa batuan besar.

Seperti dimuat Seattle Times, juru bicara Biro Gempa Guizhou, Tian Xian, saat itu satu orang dinyatakan hilang, sembilan luka dengan dua di antaranya menderita luka serius.

Skala Richter, yang merupakan salah satu parameter gempa bumi dikembangkan oleh Charles Richter pada tahun 1935.

Skala ini logaritmik, dengan dasar 10. Amplitudo gempa yang nilai 3,0 adalah sekitar 10 kali amplitudo yang skor 2.0. Energi yang dilepaskan, akan meningkat dengan faktor sekitar 32.

Skala ini diukur menggunakan seismogram, sebagai jarak-waktu tibanya gelombang getaran gempa dari titik awal gempa ke titik terjauh yang terkena impaknya.

Berdasarkan parameter ini, seperti dimuat laman Earthquakes.bgs.ac.uk, jarak jangkau gempa berkekuatan 1,0 SR setara dengan 30 pound bahan peledak TNT atau ledakan yang menghancurkan sebuah bangunan.

Sementara itu, gempa 4,0 SR setara dengan jarak jangkau bom atom ukuran kecil.

Dan daya-jangkau gempa 5,0 SR–yang dikategorikan sebagai gempa berkekuatan ‘moderat’–setara dengan 32 kiloton TNT atau bom atom yang dijatuhkan di Nagasaki, 9 Agustus 1945.

Skala Richter tak bisa serta-merta disamakan begitu saja secara paralel sebagai alat ukur daya-rusak sebuah gempa. Intensitas dan efeknya pada permukaan tanah tak hanya bergantung pada besaran skala ini, tapi juga pada seberapa jauh jaraknya dari pusat gempa, kedalaman gempa, dan kondisi geologis–jenis dataran tertentu bisa memperbesar skala getaran menjadi lebih dahsyat.

Saat ini, karena dinilai tak begitu akurat, banyak geolog tak lagi menggunakan Skala Richter, tapi beralih pada skala Local Magnitude (ML) atau Moment Magnitude (MW). (sumber: British Geological Survey, wikipedia, channel4.com | umi)

• VIVAnews

PostHeaderIcon Sumatera Barat Masih Terancam Gempa Besar

Ada kesepakatan para pakar, patahan di Sumatera Barat akan melepaskan energi lebih besar.

VIVAnews – Setelah Bengkulu digoyang gempa pada dini hari Sabtu 4 September 2010, para pakar kembali mengingatkan adanya ancaman lain berupa gempa besar di Sumatera Barat.

Gempa di Bengkulu berkekuatan 6 Skala richter itu cukup membuat panik warga sekitar. Warga Bengkulu yang tengah tertidur pulas, berhamburan menyelamatkan diri keluar rumah. Banyak warga tak berani masuk kembali, dan melewatkan waktu sahur mereka di luar rumah.

Dari catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa itu berpusat di 28 km kedalaman laut Lais Bengkulu, di koordinat 3,76 Lintang Selatan dan 101,81 Bujur Timur.

Gempa itu pun juga sempat dirasakan oleh warga Padang yang lokasinya terpisah sejauh 380-an km dari Bengkulu. Bagi warga Padang, gempa ini seperti hendak menyegarkan ingatan mereka terhadap gempa 7,9 Skala Richter yang terjadi pada 30 September 2009.

Bagi pakar gempa LIPI Danny Hilman, gempa ini pun menjadi pengingat bahwa ancaman gempa besar di Sumatera Barat sudah semakin dekat. Sejak jauh-jauh hari, ia telah mewanti-wanti tentang masih adanya potensi gempa besar di Sumatera Barat.

Menurut dia, di segmen Mentawai, masih mengintai potensi gempa dengan energi 30 kali lipat lebih besar dibandingkan gempa di Padang tahun lalu. Pasalnya, siklus gempa besar di (zona subduksi) Mentawai selalu berulang mengikuti siklus 200 tahunan.

Dari penelitian terungkap periode gempa-gempa besar di wilayah itu terjadi terakhir pada tahun 1797 dan 1833. Dari hasil kalkulasi Danny, gempa pada tahun 2007 di wilayah itu hanya melepaskan tidak lebih dari 1/3 jumlah energi tekanan tektonik yang terakumulasi. Artinya, masih ada sekitar 2/3 energi lagi yang tersimpan.

Apabila 2/3 energi itu dilepaskan sekaligus, maka bisa menghasilkan gempa dengan kekuatan nyaris 9 SR. Dan gempa yang terjadi di Padang tahun lalu, sama sekali tidak mengurangi potensi pelepasan energi di wilayah itu, justru memicu pelepasan energi yang lebih cepat.

Perkiraan McCloskey

Kekhawatiran Danny ternyata juga disuarakan oleh Profesor John McCloskey, Head of the Geophysics Research Group pada Ulster’s Environmental Sciences Research Institute.

Setelah gempa melanda Haiti yang merenggut 230 ribu jiwa di awal tahun ini, McCloskey buru-buru berteriak agar dunia bersiap untuk mengantisipasi gempa besar di Sumatra Barat.

”Di Sumatra Barat, energi yang terkumpul akibat pertemuan dua lempeng tektonik (lempeng Eurasia dan Australia). Gempa terakhir terjadi lebih dari 200 tahun lalu dan tekanan yang terjadi saat ini mungkin justru lebih besar daripada yang terjadi saat itu; gempa akan terjadi dalam waktu dekat,” kata McCloskey kepada ScienceDaily.

Ancaman gempa bumi besar yang akan diiringi tsunami dengan magnitude lebih dari 8.5 di segmen Mentawai tidak terhindarkan, kata McCloskey. Ia juga mengkhawatirkan potensi korban jiwa dengan skala yang sama dengan tsunami dahsyat 2004 yang menimpa 11 negara dan merenggut 250 ribu jiwa.

Pasalnya, Padang adalah kota yang memiliki 850 ribu penduduk yang mendiami daerah pesisir yang sangat riskan di segmen ini. Sekadar informasi, McCloskey adalah ilmuwan yang mewanti-wanti potensi gempa besar di patahan bagian Selatan yang diakibatkan gempa 26 Desember 2004.

Saat itu ia memprediksi potensi gempa bermagnitude 8,5 SR, dan menghimbau pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah antisipatif. Prediksi seperti itu sempat dirasa aneh oleh dunia seismologi.

Namun, dua pekan kemudian, prediksi McCloskey kemudian terbukti, setelah pada 28 Maret 2005, gempa 8,6 SR kembali menggoyang Nias, dan mengakibatkan tsunami setinggi 10 meter serta merenggut 1.313 nyawa.

Peringatan Danny Hilman, maupun McCloskey tentu bukan untuk menakut-nakuti warga Sumatera Barat dan sekitarnya. Langkah terbaik adalah semua pihak, baik  pemerintah, dan seluruh masyarakat tetap waspada, sambil terus menyiapkan langkah-langkah mitigasi.

Meskipun ilmuwan tidak bisa memperkirakan gempa bumi dengan skala yang benar-benar pasti, kata McCloskey, tapi untuk kasus gempa Sumatra Barat ada semacam kesepakan di antara pakar.

“Pada kasus ini sudah disepakati bahwa gempa (di Sumatera Barat) akan besar. Kita tahu gempa akan datang, kita mungkin musti menunggu selama tahunan atau dekade untuk membuktikannya. Tapi semestinya gempa ini tak musti mengakibatkan efek yang sama dengan gempa di Haiti,” ujar McCloskey.(np)